Ada Apa BIN Kejar Nazaruddin?
20.03
Sandika Firda
PERINTAH Menko Polhukam agar Badan Intelijen Negara (BIN) ikut bersama-sama Polri dan Kementerian Luar Negeri untuk memulangkan M Nazaruddin dari Singapura, dianggap di luar kelaziman. Tidak berlebihan jika kemudian muncul kecurigaan ada sesuatu yang besar di balik kasus Nazar.
Pengamat intelijen AC Manullang mengatakan, belum pernah dalam sejarah BIN maupun BAKIN (sebelum berganti nama jadi BIN) mengejar-ngejar orang untuk dibawa pulang dari luar negeri. Sebab, sepengetahuannya itu porsinya Imigrasi.
“Intelijen tidak pernah memburu orang. Itu kan urusan imigrasi. Karena itu keputusan pemerintah melalui Menko Polhukam untuk BIN memburu Nazaruddin salah besar,” jelas AC Manulang.
Mantan petinggi BAKIN ini mencium adanya sesuatu yang berlatar belakang besar di balik kasus mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin. Sehingga pemerintah berani bertindak berlebihan dengan mengerahkan BIN untuk memulangkan Nazaruddin, terutama jika dipanggil KPK.
Ada apa sebenarnya dengan Nazaruddin selain indikasi dugaan keterlibatan dalam kasus suap Sesmenpora Rp 3,2 miliar terkait proyek wisma atlet dan percobaan penyuapan 120 ribu dolar Singapura Sekjen MK Ganedjri M Gaffar?
Benarkah isu Nazaruddin terlibat dalam pengelolaan proyek negara Rp 45 triliun sehingga pemerintah merasa harus berlaku ekstra untuk memulangkannya?
AC Manullang tidak mengetahui pasti. Namun, ia mengisyaratkan, pengerahan kekuatan besar untuk perburuan termasuk memerintahkan BIN, menjadi sinyal terhadap adanya sesuatu yang besar dari kasus yang membelit Nazaruddin.
Menurut AC Manullang, sebenarnya pemerintah tak perlu sampai harus menerjunkan BIN untuk memulangkan Nazaruddin. Sebab, ada Interpol yang bertugas menangani hal-hal seperti itu selain Imigrasi.
Apa yang dilakukan pemerintah, kata Manullang, juga mengesankan pengejaran Nazaruddin sebagai kasus politik. Padahal Nazaruddin diduga berurusan dengan hukum. “Salah benar tindakan pemerintah kita kalau begini,” tambahnya.
Sementara Deputi III Kemenko Polhukam melalui staf bernama Dewi mengatakan hingga saat ini belum ada koordinasi apa pun untuk memburu Nazaruddin.
(sumber www.matanes.com)
You can leave a response, or trackback from your own site.








0 Responses for this post
Posting Komentar